Pasukan AS Hengkang dari Jerman, Menlu Wadephul Desak Iran Buka Jalur Laut Sesuai Tuntutan AS

admin 04/05/2026 0 Comments
Views: 0

KAWANUANET.COM – Dinamika geopolitik antara Jerman, Amerika Serikat (AS), dan Iran memasuki babak baru yang penuh ketegangan. Di tengah mendinginnya hubungan antara Berlin dan Washington, Jerman secara mengejutkan memberikan dukungan penuh terhadap tuntutan AS agar Iran segera membuka kembali Selat Hormuz.

Meskipun hubungan bilateral sedang diuji oleh rencana penarikan ribuan tentara Amerika dari tanah Jerman, Berlin menegaskan bahwa aliansi strategis tetap menjadi prioritas. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyatakan bahwa Jerman memiliki kesamaan pandangan dengan AS terkait stabilitas global.

Melalui unggahannya di platform X pada Minggu (3/5/2026), Wadephul mendesak Teheran untuk mematuhi hukum internasional tanpa syarat.

“Sebagai sekutu dekat AS, kami memiliki tujuan yang sama: Iran harus sepenuhnya dan secara terverifikasi meninggalkan senjata nuklir dan segera membuka Selat Hormuz seperti yang juga dituntut oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio,” tulis Wadephul.

Pernyataan ini dipandang sebagai upaya Jerman untuk tetap menjaga relevansi dalam kebijakan keamanan global, sekaligus menekan Iran yang dianggap mengancam jalur perdagangan energi internasional.

Ketegangan antara Berlin dan Washington dipicu oleh pengumuman mendadak Presiden Donald Trump yang berencana menarik 5.000 personel militer dari pangkalan-pangkalan di Jerman. Langkah ini dianggap sebagai puncak dari komunikasi diplomatik yang retak selama beberapa bulan terakhir.

Menanggapi kebijakan tersebut, Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, memberikan reaksi dingin. Dalam wawancaranya dengan BBC dan kantor berita DPA, Pistorius menyebut langkah sepihak Washington tersebut sebagai sesuatu yang “sudah dapat diprediksi.”

“Kehadiran tentara Amerika di Eropa, dan khususnya di Jerman, adalah demi kepentingan kita dan juga kepentingan AS,” tegas Pistorius. Ia menambahkan bahwa stabilitas keamanan di Jerman bukan sekadar isu domestik, melainkan pilar penting bagi keamanan transatlantik secara keseluruhan.