KAWANUANET.COM – Program revitalisasi sekolah di Sulawesi Utara terus menunjukkan perkembangan positif.
Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sulut, Febry H. J. Dien, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 program tersebut telah menjangkau sekitar 256 satuan pendidikan, termasuk SMK dan program kesetaraan. Untuk tahun 2026, sebanyak 1.295 sekolah dari 15 kabupaten/kota bersama Pemerintah Provinsi telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan revitalisasi. Hal ini disampaikannya dalam agenda Ngopi Bareng Forum Wartawan DPRD (FORWARD) Sulut bersama BPMP Provinsi Sulawesi Utara, Senin (12/5/2026).
Febry optimistis jumlah sekolah yang direvitalisasi akan meningkat pada tahun ini. Ia menyebutkan, jika pada tahun sebelumnya realisasi mencapai lebih dari 240 sekolah, maka pada 2026 ditargetkan dapat menyentuh kisaran 300 hingga 400 sekolah.
Di sisi lain, data Verifikasi dan Validasi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dirilis Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen menunjukkan masih tingginya angka anak usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan optimal di Sulawesi Utara.
Berdasarkan hasil rangkuman dashboard verval ATS, tercatat sebanyak 48.176 anak di 15 kabupaten/kota masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah. Meski demikian, data tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait di lapangan.
Kota Manado tercatat sebagai daerah dengan jumlah ATS tertinggi, yakni mencapai 7.447 anak. Angka ini diikuti oleh Kabupaten Minahasa Selatan sebanyak 5.423 anak, Kota Bitung 5.445 anak, Kabupaten Minahasa 5.311 anak, serta Kabupaten Bolaang Mongondow sebanyak 5.169 anak.
Sebaliknya, jumlah ATS terendah tercatat di Kota Tomohon dengan 794 anak. Disusul Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sebanyak 1.103 anak dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan 1.347 anak.
Dalam pendataan tersebut, ATS diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama, yakni anak yang belum pernah bersekolah, anak putus sekolah (Drop Out/DO), serta anak yang telah lulus namun tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Kategori anak yang belum pernah bersekolah masih mendominasi angka ATS di Sulawesi Utara. Kota Manado mencatat jumlah tertinggi dengan 5.064 anak, diikuti Minahasa Selatan sebanyak 4.514 anak dan Kabupaten Minahasa dengan 3.813 anak.
Sementara itu, angka putus sekolah juga terbilang tinggi di sejumlah wilayah, baik di daerah perkotaan maupun kepulauan. Adapun kategori lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan menjadi perhatian khusus karena mencerminkan adanya kendala ekonomi, sosial, serta keterbatasan akses ke pendidikan lanjutan.
Pusdatin Kemendikdasmen menegaskan bahwa data ATS tersebut merupakan hasil tarikan dari dashboard verval dan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan verifikasi dan klarifikasi lanjutan oleh pemerintah daerah serta instansi pendidikan terkait.
Secara umum, ATS dalam pendataan ini mencakup anak usia sekolah yang belum pernah mengenyam pendidikan formal maupun nonformal, anak yang berhenti sebelum menuntaskan pendidikan, serta anak yang telah lulus namun tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

