KAWANUANET.COM – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui program Pengabdian Berbasis Masyarakat Mahasiswa Berdampak (PBM MB). Kali ini, kegiatan menyasar pemuda dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Titiwungen Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026) tersebut berlangsung di The Gade Coffee & Gold, Pegadaian Manado. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik sekaligus memberikan edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengelola keuangan secara lebih bijak.
Mengangkat tema “Peningkatan Literasi Keuangan Personal Bagi Pemuda di Kelurahan Titiwungen Selatan Sebagai Upaya Membangun Kemandirian Finansial Generasi Muda”, kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan finansial, hingga pengenalan investasi yang aman.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin mahasiswa Jurusan Akuntansi, Theofani Imanuel Sondakh Masengi, dengan Dominikus Andreo Maryadi, M.Ak., sebagai dosen pendamping. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Titiwungen Selatan yang ditandai dengan sambutan Lurah Allen Fabiano Ngantung, S.H.
Untuk memperluas wawasan peserta, tim PBM MB turut berkolaborasi dengan Pegadaian Manado. Kolaborasi tersebut menghadirkan materi mengenai investasi dan berbagai layanan keuangan yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi maupun mengembangkan usaha.
Materi pertama bertajuk “Investasi Cerdas untuk Pemula: Membangun Masa Depan Finansial Tanpa Pinjol, Judol & FOMO” yang disampaikan Dominikus Andreo Maryadi, M.Ak.
Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa keputusan investasi harus diawali dengan kondisi keuangan yang sehat.
Seseorang perlu mengetahui kemampuan finansialnya sebelum menentukan instrumen investasi yang sesuai agar keputusan tersebut tidak menjadi beban di kemudian hari.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Di antaranya pinjaman online ilegal, judi online, investasi bodong, serta keputusan berinvestasi hanya karena mengikuti tren atau Fear of Missing Out (FOMO).
Selain mengenali risiko, peserta dibekali cara memilih investasi secara lebih rasional. Legalitas produk, transparansi informasi, tingkat keuntungan yang wajar, profil risiko, serta kesesuaian dengan kebutuhan dan tujuan keuangan menjadi beberapa aspek yang harus diperhatikan sebelum menempatkan dana.
Dalam materi tersebut juga ditekankan bahwa investasi bukanlah langkah pertama dalam pengelolaan keuangan. Sebelum berinvestasi, seseorang perlu memiliki perencanaan keuangan yang baik, termasuk menyiapkan dana darurat, menetapkan tujuan finansial, memahami profil risiko, serta membangun kebiasaan menyisihkan pendapatan secara rutin.
Salah satu instrumen yang diperkenalkan kepada peserta adalah emas. Instrumen ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan masyarakat, khususnya mereka yang baru mulai mengenal investasi dan ingin memulainya secara bertahap sesuai kemampuan.
Pegadaian Manado kemudian memperkenalkan sejumlah layanan terkait emas, di antaranya Tabungan Emas dan Cicil Emas. Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai pilihan yang tersedia untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus merencanakan investasi.
Materi selanjutnya disampaikan Erwin Undu, Kepala Departemen Area Manado 1 Pegadaian, yang membahas KUR Amanah dan Cicil Emas. Materi ini memberikan wawasan tambahan, khususnya bagi pelaku UMKM yang membutuhkan pemahaman mengenai alternatif layanan keuangan dalam mendukung kebutuhan usaha.
Peserta diajak memahami bahwa pemanfaatan layanan keuangan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Dengan perencanaan yang matang, layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara lebih bertanggung jawab untuk menunjang kebutuhan pribadi maupun kegiatan usaha.
Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan aplikasi Tring by Pegadaian. Pada tahap ini, mahasiswa PBM MB memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta.
Pendampingan dimulai dari proses mengunduh aplikasi, melakukan registrasi, hingga mengaktifkan akun. Mahasiswa membantu peserta mengikuti setiap tahapan sehingga mereka tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung.
Peserta yang mengalami kendala selama proses pendaftaran maupun aktivasi mendapatkan bantuan dari tim mahasiswa. Pendekatan tersebut membuat kegiatan berlangsung interaktif karena peserta dapat langsung bertanya dan memperoleh solusi atas kendala yang ditemui.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, setiap peserta juga memperoleh tabungan emas melalui akun Tring by Pegadaian yang telah diaktifkan. Pemberian tersebut menjadi pengalaman awal bagi peserta untuk mengenal dan memulai kepemilikan instrumen investasi emas.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peserta membangun kebiasaan menabung secara konsisten. Dengan demikian, edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dilanjutkan dengan pengalaman langsung dalam menggunakan layanan keuangan digital.
Melalui PBM MB ini, Jurusan Akuntansi Polimdo memadukan pembelajaran, edukasi, dan praktik di tengah masyarakat. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan personal, perencanaan finansial, risiko investasi, serta berbagai alternatif layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan secara bijak.
Kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi pemuda dan pelaku UMKM di Kelurahan Titiwungen Selatan. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mengatur pendapatan, menentukan prioritas kebutuhan, menghindari keputusan finansial berisiko, serta merencanakan masa depan keuangan secara lebih terarah.
Di sisi lain, pelaksanaan PBM MB juga menjadi bagian dari upaya Polimdo dalam memperkuat peran mahasiswa di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam memberikan solusi dan edukasi berdasarkan bidang keilmuan yang mereka pelajari.
Dengan adanya sinergi antara Jurusan Akuntansi Polimdo, mahasiswa, pemerintah kelurahan, Pegadaian Manado, serta masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat mengelola keuangan secara sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.

